Cerita Prasmul

Baca Ini Sebelum Melakukan Ekspansi Bisnis ke Luar Negeri!

Setelah sukses menyematkan nama di dalam negeri, tidak ada salahnya jika Anda memiliki impian untuk memperkenalkan bisnis ke mancanegara, terlebih lagi jika Anda melihat market yang berpotensi. Tapi tentu saja, market yang Anda anggap dapat menjadi calon konsumen tersebut memiliki karakteristik dan kepribadian berbeda dengan masyarakat Indonesia. Lantas, apa yang harus Anda lakukan sebelum menerbangkan produk melintasi laut?

Dalam ajang Global Millennials Seminar pada hari Selasa (26/11) lalu, ekspansi bisnis lintas negara menjadi salah satu topik yang diangkat oleh panel yang terdiri dari Bapak Fathony Rahman, DBA, Bapak Ridha Aditya Nugraha, S.H, LL.M., dan Dr. Adrian Teja. Menjawab pertanyaan salah satu peserta seminar, ketiga Faculty Member Universitas Prasetiya Mulya ini memberikan saran dan sudut pandang mereka mengenai langkah yang harus diambil ketika seseorang ingin memperluas bisnisnya ke luar negeri. Berikut rangkumannya!

Cari Partner Lokal

Dulu, masyarakat India dipandang mengedepankan kehidupan berkelompok. Sejak generasi Milenial India menjadi populasi produktif, terlihat perubahan kepribadian terhadap market India yang kini cenderung individualistis. Menurut Dr. Adrian, pengetahuan mengenai perubahan kondisi sebuah negara seperti India tersebut merupakan kunci dalam melakukan penetrasi negara. Siapa lagi yang memahami kondisi negara selain penduduk lokal itu sendiri?

Dr. Adrian, Pak Ridha, dan Pak Fathony menjawab pertanyaan mengenai ekspansi bisnis ke luar negeri.

Knowledge yang Anda punya di Indonesia nilainya nol,” ungkap Dr. Adrian. “Aspek penerimaan pasar akan sangat sulit tanpa partner lokal. Satu partner artinya satu sumber pengetahuan. Idealnya, Anda memiliki dua.”

Pak Ridha menambahkan bahwa Anda tidak boleh sekadar memilih teman dekat terpercaya sebagai partner. Skill dan background orang tersebut juga harus dipertimbangkan. Lebih diutamakan lagi, ia memiliki pengalaman bisnis yang mumpuni.

Tentukan Persentase Saham

Ketika Anda menjalin kerja sama dengan seseorang, maka harus ada hubungan timbal-balik yang menguntungkan kedua belah pihak. Mengatur pembagian saham adalah hal yang tidak dapat dihindari bila Anda menemukan partner. Dr. Adrian menekankan, besar-kecilnya persentase tentunya akan memengaruhi lingkup gerak dan otoritas satu-sama lain. Pastikan hal ini sudah tuntas dan tertulis sejak awal.

Lakukan Mediasi

Perjalanan ekspansi bisnis rentan konflik karena melibatkan banyak pihak dengan cara berpikir berbeda. Dari konteks hukum, Pak Ridha menyarankan untuk melangsungkan mediasi.

“Mediasi sifatnya bukan kuratif, tapi preventif,” ujarnya. “Hal ini dilakukan untuk menyamakan perspektif dan mengantisipasi gap atau clash sebelum terjadi.”

Pak Ridha memberikan masukan dari sudut pandang hukum.

Sebaiknya, mediator harus memahami negara Anda dan negara tujuan secara baik agar ia dapat memperhitungkan celah dari sisi kondisi ekonomi, market, bahkan budaya. Setelah menjabarkan seluruh kemungkinan secara menyeluruh, barulah kerja sama ekspansi dapat melangkah maju. 

Manfaatkan Part-Time Resources

Dalam kegiatan ekspor, Pak Fathony menyatakan bahwa negara seperti Amerika Serikat menyediakan agen lokal yang dapat mempermudah proses. Apabila Anda ingin membangun korporasi sendiri, jangan ragu untuk mempekerjakan sumber daya manusia paruh waktu.

Global Millennials Seminar dihadiri oleh profesional, wirausahawan, dan akademisi.
Ajang ini bertujuan untuk menjabarkan karakteristik generasi Milenial dari tujuh negara berbeda.

“Para Milenial di Amerika Serikat pasti banyak yang mau bekerja paruh waktu,” kata Pak Fathony. “Misalnya untuk mengecek apakah produk sudah sesuai standar, atau mengisi legal documents. Tidak susah kok untuk melakukan ekspansi. Bahasa pun bukan jadi penghalang. Anda hanya harus percaya diri dengan produk yang dimiliki.”

Global Millennials Seminar berlangsung pada hari Selasa, 26 November 2019, di Financial Club, Jakarta. Diadakan oleh Magister Manajemen Universitas Prasetiya Mulya, ajang ini bertujuan untuk memberikan insight mengenai karakteristik generasi Milenial di tujuh negara berbeda, yakni Cina, Korea, Jepang, Spanyol, Amerika Serikat, Thailand, dan India. Selain Dr. Adrian, Pak Ridha, dan Fathony, terdapat panel yang terdiri dari Prof. Djoko Wintoro, Ph.D., Bapak Henry Pribadi, Ph.D, Dr. Eka Ardianto, serta Dr. Ihsan Iswaldi. Acara yang dihadiri oleh akademisi, profesional, dan wirausahawan ini diharapkan dapat berikan pencerahan dalam pertimbangan pengambilan keputusan bisnis. 

Avatar

Sky Drupadi

Add comment

About Us

About Us

Our Main Website

Our Main Website

Instagram @Prasmul

Instagram has returned invalid data.
Prasmul on Media

See Prasmul on these Media!

[nextpage title=”1″ ]

September 2018

[/nextpage][nextpage title=”2″ ]

Agustus 2018

[/nextpage][nextpage title=”3″ ]

Juli 2018

Juni 2018

[/nextpage][nextpage title=”4″ ]

Mei 2018

April 2018

[/nextpage][nextpage title=”5″ ]

Maret 2018

[/nextpage][nextpage title=”6″ ]

Februari 2018

[/nextpage][nextpage title=”7″ ]

Januari 2018

Oktober 2017

Oktober 2017

[/nextpage][nextpage title=”8″ ]

September 2017

Agustus 2017

[/nextpage]