Cerita Prasmul

Produk IoT Pasti Memiliki Tiga Komponen Penting Ini!

Smart car, smart home, smart phone; semua hal tersebut merupakan benda IoT alias Internet of Things. Walaupun sebagian masyarakat sudah terbiasa dengan kehadirannya dalam kehidupan sehari-hari, sebenarnya apa sih yang membuat sebuah benda dikategorikan sebagai produk IoT?

Dalam E-Guest Lecture bertajuk IoT and Real Applications in Industry, Bapak Edwin Yudayana, MT selaku CEO PT WOW Teknologi Indonesia menyebutkan tiga komponen penting yang secara otomatis mengubah sebuah benda biasa menjadi produk IoT. Hal tersebut adalah computing power, network connectivity, serta artificial intelligence. 

Bapak Edwin Yudayana merupakan pemateri untuk E-Guest Lecture S1 Computer Systems Engineering.

Dalam penjelasannya, Pak Edwin menggunakan “kulkas” sebagai contoh barang konvensional yang digunakan orang setiap hari. Dengan computing power berupa sensor dan computational processor, fungsi kulkas tersebut dapat ditingkatkan, misalnya untuk mendeteksi pintu terbuka atau ketika ada makanan basi. Kemudian, network connectivity memastikan bahwa kulkas tersebut dapat terkoneksi ke cloud, atau bahkan benda lain yang ada di rumah.

Data yang terintegrasi dengan cloud system semakin meningkatkan kecanggihan kulkas. Dengan artificial intelligence, data tersebut dapat diproses untuk memproduksi analytical, insight, dan prediction information, sesuai dengan kebiasaan si pemakai. Komponen ini dapat mengingatkan untuk memesan bahan makanan, memberikan informasi harga terendah, bahkan mendeteksi produk favorit si pemakai.

Bapak Edwin menggunakan kulkas sebagai salah satu contoh benda konvensional yang kini bisa diubah jadi produk IoT.
Pak Edwin menunjukkan produk VioBee yang ia rancang ketika mengembangkan produk IoT di PT Cinovasi Rekaprima.

Dari tahun ke tahun, para inventors telah menghadirkan smart devices yang berlimpah, mulai dari smart fork hingga smart diaper. Namun Pak Edwin, yang juga menjabat sebagai part-time Faculty Member S1 Computer Systems Engineering Prasetiya Mulya, mengingatkan bahwa sekreatif apapun idemu, jika tidak dibutuhkan masyarakat, maka kemungkinan produk tersebut akan sulit dipasarkan. 

Seperti ide bisnis pada umumnya, kamu harus terlebih dahulu menentukan masalah apa yang dapat diatasi, serta memastikan bahwa teknologi modern mampu menghasilkan inovasi tersebut. Oleh karena itu, Pak Edwin mendorong future technopreneurs untuk mengumpulkan ide produk IoT sebanyak-banyaknya sembari menguasai ilmu yang dibutuhkan untuk membuat produk IoT, seperti programming, sensor, rangkaian listrik, dan jaringan komputer. Di sinilah imajinasi dan keahlianmu ditantang!

Lantas, produk IoT apa yang ingin kamu kembangkan? Yuk, pelajari bersama di S1 Computer Systems Engineering Prasetiya Mulya! Klik link ini untuk mendapatkan informasi lengkapnya atau kunjungi Instagram @cseprasetiyamulya.


IoT and Real Applications in Industry merupakan E-Guest Lecture oleh S1 Computer Systems Engineering Prasetiya Mulya yang dilaksanakan pada hari Jumat (⅚) lalu. Kegiatan ini dilangsungkan sebagai materi untuk mata kuliah semester 6 bertajuk IoT: Design and Implementation. Selain mahasiswa aktif, E-Guest Lecture yang berlangsung via Google Meet ini juga dibuka untuk peserta umum. 

Avatar

Sky Drupadi

Add comment

Translate:

About Us

About Us

Our Main Website

Our Main Website

Instagram @Prasmul

Instagram did not return a 200.
Translate »
Prasmul on Media

See Prasmul on these Media!

[nextpage title=”1″ ]

September 2018

[/nextpage][nextpage title=”2″ ]

Agustus 2018

[/nextpage][nextpage title=”3″ ]

Juli 2018

Juni 2018

[/nextpage][nextpage title=”4″ ]

Mei 2018

April 2018

[/nextpage][nextpage title=”5″ ]

Maret 2018

[/nextpage][nextpage title=”6″ ]

Februari 2018

[/nextpage][nextpage title=”7″ ]

Januari 2018

Oktober 2017

Oktober 2017

[/nextpage][nextpage title=”8″ ]

September 2017

Agustus 2017

[/nextpage]