Cerita Prasmul

Polaris.co Event Specialist Menjawab Pentingnya Pendidikan Formal S1 Event

Event management barangkali menjadi salah satu bidang yang sudah kita kenal sejak SMA. Hebatnya, semakin kita dewasa, peluang di industri ini ternyata makin luas!. Alhasil, beragam startup yang menawarkan jasa event menyeruak meramaikan geliat dunia usaha.

Meski kadang tampak ‘promising’ di sosial media, ternyata banyak lho pegiat di industri ini yang datang tanpa ‘bekal’ yang cukup. Memang, tidak ada yang salah dengan belajar secara autodidak. Namun, seringkali ilmu yang setengah-setengah tersebut, menghasilkan output yang tak maksimal. Jika sudah demikian, kepuasan klien yang akhirnya dikorbankan.

Menjawab akan hal tersebut, www.ceritaprasmul.com bersama Polaris.co, bisnis yang dijalani mahasiswa S1 Event Prasmul, akan mengupas pentingnya pendidikan formal S1 Event bagi teman-teman yang tertarik terjun di bidang ini.

Belajar event, mengapa harus kuliah?

Kepada ceritaprasmul,com, bisnis yang dijalani oleh ketujuh mahasiswa S1 Event angkatan 2015; Orlando Aditya Kurniawan (CEO & Founder), Sylvia Bonetha (Production Manager), Muhammad Fathurrahman (Creative Director), Almira Nurdiana (public relations), Disya Jauza Putri (General Affair), Larasati Eka Rahma (Sales & Marketing) dan Novaldi Algani Gemawan (Content Developer), buka suara tentang pentingnya talenta sumber daya manusia yang diasah melalui jalur pendidikan formal.

Board of Director Polaris.co (Ki-Ka): Fathur, Orlando dan Sybo
Tim Polaris.co (Ki-Ka): Noval, Almira, Laras dan Disya

Pada awalnya, tim Polaris.co juga tidak serta merta memahami jurusan S1 Event yang cenderung baru dan jamak dilirik pada masanya. Setelah masuk S1 Event Prasmul, lambat laun mereka paham dan mulai menyukai dinamika pembelajaran yang praktikal dan penuh kolaborasi. Sehingga ditahun keempat ini, mereka mulai memahami betapa pentingnya mengenyam pendidikan formal untuk mendukung passion mereka sebagai eventpreneur.

Poin penting yang mungkin dapat membedakan Polaris.co dengan pegiat industri event yang autodidak adalah proses learning by doing. Paham akan pentingnya profesionalitas, Polaris.co tak mau asal langkah, karena sadar bahwa mereka masih berproses dalam ilmu. Sekalipun mereka mengalami tantangan pada satu tahap, mereka dapat mengandalkan peran Faculty Member (red-dosen), mentor dan praktisi yang mereka temui di kampus.

“Kami learning by doing dengan sokongan fasilitas dan mentor yang expert. Jadi, apa yang kami praktikkan ke klien ya dari hasil pembelajaran dengan para pakar. Menurut pengalaman, kebanyakan yang auotodidak itu learning by doing dengan cara langsung praktik ke klien. Kalau langkahnya salah, itu akan berimpact ke image dari perusahaannya,” Jelas Sylvia yang akrab disapa Sybo.

Berbaur bersama: Mahasiswa S1 Event bersama Ibu Peni Zulandari (tengah) selaku Manajer Program S1 Event mengabadikan momen dalam acara Bogor Punya Cerita

Berdasarkan obrolan dengan rekan seprofesi dalam industri ini, Orlando juga menyadari bahwa menempuh pendidikan formal S1 Event di Prasmul membuat langkah mahasiswanya lebih efektif dan efisien dari segi waktu. “SDM yang menempuh pendidikan S1 sudah dipersiapkan selama 4 tahun apa-apa saja yang dibutuhkan di industri event dan kami juga didorong untuk buat startup sejak kuliah. Sehingga, pas lulus sudah siap.” Ia melanjutkan“Sementara berdasarkan pengalaman pebisnis yang berangkat secara auotodidak, mereka mengalami jatuh bangun berkali-kali dan butuh waktu sekitar 10 tahun untuk mendapatkan ilmu yang kami dapat selama 4 tahun kuliah.”

Pembahasan semakin menarik ketika Almira selaku Public Relations dan Laras selaku Sales & Marketing  di Polaris.co merasa dengan mengenyam pendidikan formal, mereka terbantu dalam pembentukan kredibilitas dan meningkatkan relasi dengan klien. “Faculty Member di S1 Event punya jiwa muda dan sangat open kalau diajak diskusi. Kami sangat terbantu karena para FM disini juga kebanyakan praktisi yang punya relasi luas, mereka tidak segan berbagi network” ungkap Almira. Laras menambahkan “Karena saya tugasnya mencari klien, kredibilitas itu perlu banget buat di tunjukkan ke klien. Untungnya Prasmul sudah punya ‘nama’, jadi kepercayaan orang terhadap jasa kami juga sedikit banyak terbantu.”

S1 Event memperoleh akreditasi dari Asia Pasific Institute for Event Management (APIEM) sebagai Centre of Excellence

Mereka mengakui bahwa banyak mata kuliah yang membuka pemahaman mereka dalam menyelenggarakan event, dimana mata kuliah tersebut tak hanya dalam ruang lingkup event semata. “Yang paling membantu saya sih di pelajaran Marketing-nya. Karena, dari situ kami tahu cara menghandle klien sampai memuaskan klien. Setelah itu, saya juga suka mata kuliah Event Planning, kami diajarkan gimana supaya berani berkreasi dan punya ide yang tidak mainstream,” cerita Orlando.

“Di semester 3, kami juga dapat mata kuliah S2, yaitu Project Management. Itu berasa banget sih, karena kami dididik untuk terstruktur, rapih dan punya time schedule,” papar Sybo selaku Production Manager.

Almira menambahkan, di S1 Event, mereka juga mendapatkan mata kuliah Audience Analysis yang menurutnya menjadi favorit “Di mata kuliah Audience analysis, kami di ajarkan buat event, tapi bukan hanya fokus di kreatif dan visualnya saja. Kami harus memastikan bahwa impresi dalam suatu acara bisa muncul di setiap langkah para audiens.”

Tentang Polaris.co

Polaris.co berangkat dari besarnya peluang yang ada, terutama sokongan pemerintah untuk pemajuan industri event. “Peluang industri event di Indonesia besar banget. Event itu kan kaitan eratnya dengan pariwisata, dan di masa presiden Jokowi ini, pariwisata menjadi prioritas ke 4. Sekarang mulai digaungkan bahwa sebuah destinasi ga akan lengkap tanpa atraksi. Jadi kedepannya, bakal banyak banget kesempatan bagi pegiat industri event untuk berkarya,” papar Orlando selaku Founder dan CEO Polaris.co. Ia menambahkan “Untuk itu kami beranikan diri untuk memulai bisnis ini terlebih dahulu, disaat pada saat itu, teman-teman lainnya (red-mahasiswa S1 Event) belum buat startup.”

Logo Polaris.co Event Specialist

Sembari menjalani kuliah, Polaris.co mulai dijajakkan dari satu klien ke klien lainnya sejak tahun 2015. Mengusung nama Polaris, yang berarti bintang yang paling bersinar, Polaris.co memiliki asa yang cukup tinggi, yaitu menjadi Head Group yang membawahi beberapa sub-bisnis dalam bidang event. “Harapannya, setiap personil Polaris memegang sub-bisnis yang ada di Polaris sesuai dengan minat mereka. Misalnya Noval suka musik, dia yang megang Polaris Festival. Laras suka banget di wedding event, dia nanti yang megang Polaris Wedding,” ujar Orlando.

Jasa yang ditawarkan

Layaknya bisnis pada umumnya, Polaris.co punya langkah strategis untuk membawa mereka mencapai asanya. Mereka menjelaskan “Untuk saat ini, Polaris.co fokus di bidang Event Specialist yang menyediakan jasa yang terintegrasi mulai dari planning, organizing hingga consulting.”

Fridate, salah satu event yang di tangani oleh Polaris.co
Karya Polaris.co

 

 

 

 

 

 

 

 

Polaris.co menawarkan bisnis yang inklusif. “Kami bukan hanya main di Event Planner yang hanya urus pesta ulang tahun saja. Disini, klien bisa diskusi konsep dengan memakai jasa Event Planner kami, atau yang butuh SDM untuk menjalankan konsepnya, bisa pakai jasa EO kami. Atau kalau mau jasa dari planning hingga organizing, kami juga bisa menyediakan jasa Event Consultant” ungkap Laras.

Salah satu karya Polaris.co
Tabbel setting yang dibuat oleh Polaris.co

Selama dua tahun kedepan, Polaris.co masih ingin fokus menjalani bisnisnya dari klien ke klien dan memperbanyak portofolio mereka. Rencananya, setelah mereka lulus nanti, mereka akan membawa Polaris.co ke jenjang yang lebih besar, layaknya ke pihak investor. “Di dua tahun sisa waktu kuliah, kami berusaha menjalin dan memperluas relasi, terutama ke venue owner seperti misalnya Venue Gudang Sarinah. Karena harapannya dua tahun setelah ini, portofolio kami sudah banyak dan kami sudah bisa jual ide ini ke investor,” jelas Polaris.co.

Tim Polaris.co

Di akhir perbincangan. Orlando mewakili tim Polaris.co mengungkapkan bahwa keputusan mereka untuk memilih S1 Event merupakan destinasi yang tepat. Selain titelnya sebagai pionir, S1 Event telah terakreditasi oleh Asia Pasific Institute for Event Management (APIEM) sebagai Centre of Excellence. Mereka percaya, bahwa dukungan yang inklusif mulai dari Faculty Member (red-dosen), kurikulum, proses belajar hingga fasilitas di Prasmul melalui S1 Event membawa mereka mencapai mimpi menjadi Eventpreneur yang beretika, terdepan dan sukses. Polaris.co are Event Innovators, and they’re counting on you too!.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai program studi S1 Event Prasetiya Mulya, silahkan klik disini

Sumber foto: www.thepolaris.co

Add comment

About Us

About Us

Our Main Website

Our Main Website

Instagram @Prasmul

  • 11 MORE DAYS TO INFO SESSION PRASMUL DAY!

Ini merupakan kegiatan penutup Prasmul Day 2019 yang bisa berikan gambaran serta experience bagi kamu siswa/i SMA kelas XII yang akan memasuki masa perkuliahan. Prasmul Day tahun ini dikemas dengan tema film dan kamu bisa ikuti berbagai section yang menarik!

Yuk catat tanggalnya:
3 – 4 Agustus 2019
09.00 – 16.00 di Kampus BSD, Universitas Prasetiya Mulya
Registrasi: prasmul.link/infosession 
Gratis dan dibuka untuk umum, termasuk orang tua.

Jangan sia-siakan kesempatan ini! Langsung daftarkan diri kamu dan sampai bertemu di Prasmul Day 2019!

Life is a movie and you are the director. Write your future, direct your future, win your future

#winyourfuture #prasmulday2019
  • Selama event Prasmul Day berlangsung, masih banyak kegiatan lain yang mewarnai kampus BSD, lho. Tanggal 11-14 Juli kemarin, Student Board Prasetiya Mulya, organisasi kemahasiswaan Prasmul, mengadakan Art Week 2019 di Grand Indonesia. Mengambil tema Sangka Rekah, ajang ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengapresiasi karya-karya seni, baik seni rupa, seni tulisan, sampai seni gerak.

Selain itu, ada juga acara beken yang berlangsung tanggal 13 Juli lalu, yaitu A.M Festival 2019. Festival musik ini mengundang musisi-musisi lokal, mulai dari Danilla, Elephant Kind, Polka Wars, sampai band internasional I Know Leopard. Seru banget deh bersama-sama berpesta dan menikmati musik!

Melalui kegiatan-kegiatan ini, tentu saja soft-skill mahasiswa terasah sampai tajam, terutama dalam merancang event, teamwork, dan berorganisasi. So cool!

Foto: dokumentasi @artweek.id dan @am.festival 
#PrasmulDay2019 #WinYourFuture
  • Wow, nggak kerasa sudah 7 hari Prasmul Day berlangsung. We have had so much fun so far! Bertemu dengan ribuan siswa/i dari berbagai sekolah, menginspirasi mereka dengan cerita-cerita alumni, serta mengenalkan mereka pada lingkungan pembelajaran di Prasmul. Semoga bisa berikan inspirasi ya.

Di hari ke-7 ini, Kak Gary Evano dari Puyo Desserts dan HAKA Dimsum kembali lagi hadir sebagai pembicara. Peserta dari SMA Notre Dame Jakarta serta SMA Madania Bogor pun semangat banget memberikan pertanyaan pada Kak Gary seputar membangun bisnis sukses.

Prasmul Day masih berlangsung hingga 4 Agustus. Bagi kalian yang ingin merasakan keseruannya, ayo datang ke Info Session Prasmul Day pada tanggal 3-4 Agustus 2019 mendatang. It's free and open for public! 
Jangan lupa registrasi dulu ya di prasmul.link/infosession agar tidak kehabisan kursi. Sampai bertemu!

#PrasmulDay2019 #WinYourFuture
Prasmul on Media

See Prasmul on these Media!