Cerita Prasmul

Pertama di Indonesia, Metode Co-op Education Hadir di Universitas Prasetiya Mulya

BSD – Salah satu rintangan yang dihadapi insan muda usai melepas status mahasiswa adalah pengangguran. Walaupun job opportunities tersebar di seluruh penjuru Indonesia, para sarjana tetap harus berjuang lagi demi mendapatkan pekerjaan yang layak dan sesuai bidang ilmu mereka.

Mengatasi problem tersebut, Universitas Prasetiya Mulya meresmikan program Cooperative Education atau Co-op Education, sebagai salah satu metode pembelajaran mahasiswa, pada hari Selasa (12/3) lalu. Memperkaya CV serta pengalaman kerja peserta program dengan menerjunkan mereka ke industri sembari berkuliah, program ini menjadi yang pertama diluncurkan di Indonesia.

Prosesi penekanan tombol menandakan resminya metode co-op education di Prasetiya Mulya.

Berlangsung di Universitas Prasetiya Mulya, Kampus BSD, acara peluncuran ini bertajuk Forum Pembelajaran Kerja Terpadu Pertama dan mengundang serangkaian tamu istimewa seperti Mr. Abdullah Mojaddedi (First Secretary – Development, Embassy of Canada), Mr. Bill Duggan (Field Director READI Project), dan Totok Prasetyo (Direktur Pembinaan Kelembagaan Perguruan Tinggi Kemenristek Dikti).

Perkenalan inovatif ini pasti akan mempromosikan gerakan yang sangat positif terhadap integrasi antara pendidikan tinggi dengan kebutuhan industri,” ujar Mr. Abdullah.

Co-op Education di Prasetiya Mulya merupakan yang pertama di Indonesia.

Universitas Prasetiya Mulya telah bekerja sama dengan lebih dari 100 perusahaan dalam program co-op education agar mahasiswa mendapatkan beragam opsi dari berbagai industri. PT AIA Financial, PT Gojek Indonesia, PT Traveloka, PT Ciputra, PT Garuda Indonesia, serta Bank Indonesia merupakan beberapa nama yang telah digandeng oleh Prasmul.

Sejak tahun 2018, sebagian besar mahasiswa S1 Business Mathematics Prasmul telah menjalankan program ini di berbagai perusahaan tersohor. Bukan magang, status mahasiswa di perusahaan tersebut sebagai pegawai yang digaji layaknya seorang profesional. Makin memudahkan mahasiswa dalam menyeimbangkan pekerjaan dan kuliah mereka, Prasetiya Mulya turut membuka co-op office yang terletak di Collaborative STEM Laboratories sebagai sarana berkegiatan.

Prasetiya Mulya juga membuka co-op office untuk mendukung kegiatan mahasiswa.

Menurut Mr. Abdullah, program yang mendapat dukungan penuh dari Kemenristek Dikti ini bukan hanya menguntungkan mahasiswa dengan memberikan mereka pengalaman bekerja yang realistis, tapi juga berguna bagi perusahaan. Selain mengalokasikan SDM berkualitas pada pihak industri, co-op education dapat mengurangi biaya rekrutmen perusahaan.

Prof. Djisman Simandjuntak selaku Rektor Universitas Prasetiya Mulya.

“Kami di Prasetiya Mulya menerapkan collaborative learning by enterprising,” kata Prof. Dr. Djisman Simandjuntak selaku rektor Universitas Prasetiya Mulya. “Bukan hanya perolehan ilmu yang penting, tapi juga bagaimana ilmu tersebut dapat menyejahterakan kehidupan manusia.”

Ia menambahkan bahwa industri merupakan entitas yang krusial dalam perwujudan ilmu. Maka dari itu, penting bagi lembaga pendidikan tinggi serta dunia bisnis untuk bekerja sama dan berkolaborasi demi mencerminkan edukasi modern serta memastikan para sarjana dapat menikmati gelar sesuai usaha mereka.

Avatar

Sky Drupadi

Add comment

About Us

About Us

Our Main Website

Our Main Website

Instagram @Prasmul

  • Prosesi penandatanganan Nota Kesepahaman atau MoU antara Universitas Prasetiya Mulya dan International Management Institute (IMI) diselenggarakan di Lausanne, Swiss, pada hari Kamis (16/3) lalu. Dihadiri oleh Prof. Dr. Djisman Simandjuntak selaku Rektor Universitas Prasetiya Mulya, Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia, Puan Maharani dan Duta Besar Indonesia untuk Swiss Prof. Dr. Muliaman Hadad, kolaborasi ini diharapkan dapat membuahkan kegiatan edukatif yang bermanfaat bagi mahasiswa, Faculty Member, serta Indonesia.
  • Tahukah kamu, menurut penelitian Program for International Student Assessment (PISA), Indonesia berada di kedudukan ke-62 dari 70 negara dalam peringkat minat baca? Yuk, jangan biarkan buku kamu berdebu di rumah. Dari buku, kamu bukan hanya mendapatkan hiburan, tapi juga ilmu, inspirasi, bahkan teman baru! Buku apa yang sedang kamu baca, Prasmulyan? .
#haribukunasional
.
#perpustakaannasional #astrainternationallibrary #perpustakaan #library #nationalbookday #favoritbook #yukmembaca #yukbacabuku #17mei #indonesia #gemarmembaca #bukujendeladunia #UniversitasPrasetiyaMulya #Prasmulyan #prasmul
  • Worldwide Developers Conference (WWDC) 2019 merupakan ajang tahunan bergengsi bagi para pengembang aplikasi di dunia.

Berlangsung sejak 1987, event ini diikuti oleh ribuan peserta dari puluhan negara setiap tahunnya.

Pada tanggal 3-7 Juni 2019 mendatang, seorang Prasmulyan akan terbang ke San Jose, Amerika Serikat, sebagai salah satu tamu terpilih di WWDC19! Penasaran siapa? Swipe dan simak kisahnya ya!

#wwdc19 #appledeveloper
Prasmul on Media

See Prasmul on these Media!