Cerita Prasmul

Perjalanan “Santai” Alicia Sophie Mendapatkan Sertifikasi Prestisius ASAI

“Masuk kuliah nggak tahu apa-apa, keluar bisa tahu banyak hal. Itu cukup bagi aku.”

Bersuara lembut tanpa banyak basa-basi sambil mengenakan jaket jeans kasual dan memegang laptop di tangan. Sekilas, Alicia Sophie Suroso tampak seperti remaja kuliahan pada umumnya. Namun di balik pembawaan rileks dan kalem tersebut, Alicia memiliki sebuah prestasi gemilang di kantongnya. Selain merupakan penerima READI Project Scholarship, ia saat ini adalah satu-satunya mahasiswa Prasetiya Mulya yang telah lolos tiga dari tujuh ujian level Associate of the Society of Actuaries of Indonesia atau biasa disebut ASAI, sebuah sertifikasi yang ia butuhkan untuk menjadi seorang aktuaris.  

Mengenal Alicia

Alicia baru satu tahun menginjak dunia perguruan tinggi, tapi dari gerak-geriknya, mahasiswi S1 Business Mathematics Prasetiya Mulya ini sepertinya telah beradaptasi dengan baik. Mungkin karena ia familier dengan situasi yang serupa di antara masa kuliah dengan SMA-nya, yakni ia berturut-turut masuk sebagai murid angkatan kedua. 

Alicia dan teman-teman kuliahnya di Actuarial Science Expo 2018.

“Nggak enaknya jadi angkatan awal adalah teman dan senior masih sedikit. Tapi pada saat yang sama, kita bisa akrab banget dengan satu sama lain dan guru.” 

Sejak bersekolah di SMA Xin Zhong, Surabaya, Alicia sudah merupakan seorang yang aktif berorganisasi dan berkompetisi. Walaupun merupakan siswi jurusan IPA, ia tidak segan mengikuti pertandingan di bidang IPS seperti akuntansi. Kala itu, ia request kepada gurunya untuk diajarkan mata pelajaran akuntansi demi mengikuti perlombaan.

“Menurutku, seru aja bisa belajar sesuatu di luar lingkup pengetahuan aku.”

Begitu juga di Prasmul. Mendengar ada kompetisi di buka, ia langsung tertarik ingin berpartisipasi. Padahal, sebagai mahasiswi semester 2, ada banyak mata kuliah yang belum ia pelajari. Mengarungi dunia kompetisi di luar cakupan ilmunya, tak jarang ia pulang tanpa gelar jawara. 

Alicia aktif dalam tim basket putri Prasetiya Mulya.

“Walaupun nggak menang, aku tetep belajar banyak,” ia menjelaskan. “Ketika akhirnya mata kuliah tersebut disajikan di kelas, aku bisa lebih cepet mengerti.”

Empat Ujian Menuju Sertifikasi 

Layaknya menjadi dokter, untuk menjadi seorang aktuaris Alicia memerlukan sertifikasi yang didapatkan dengan mengikuti tujuh ujian mata pelajaran dari ASAI. Karena tidak ada batas waktu untuk melengkapi himpunan ujian tersebut, seseorang biasanya mendapatkan sertifikasi dalam hitungan tahun sembari bekerja. Namun karena Alicia sudah mengambil headstart sejak dini, ia sekarang hanya empat ujian menuju sertifikasi ASAI.

“Waktu itu aku ambil ujian mata pelajaran Ekonomi, kemudian Probabilitas & Statistik, karena dua itu udah diajarin di Prasmul,” tutur perempuan yang hobi renang tersebut. “Satu lagi tuh Matematika Keuangan. Sebenarnya belum dapet mata kuliah itu, jadi ini iseng coba aja. Eh ternyata lulus!”

Untuk program On the Job Training (OJT), Alicia menjadi karyawan magang di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Alicia mengatakan, biaya untuk mengikuti ujian ASAI memang lebih rendah untuk mahasiswa. Ditambah lagi dengan READI Project Scholarship yang dihadiahkan padanya, biaya ujian Alicia diganti secara penuh setiap ia menyerahkan surat tanda kelulusan ujian. “Cita-citaku memang jadi aktuaris,” Alicia menceritakan.”Alasan aku pilih Prasmul adalah karena konsentrasi Matematika Aktuaria-nya full dibimbing READI Project.”

READI Project (Risk Management, Economic Sustainability and Actuarial Science Development in Indonesia) telah bekerja sama dengan Prasetiya Mulya sejak awal diluncurkannya program S1 Business Mathematics tahun 2017 silam. Didukung oleh pemerintah Kanada (The Government of Canada provided through Global Affairs Canada) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kolaborasi ini meningkatkan peluang pengembangan ilmu aktuaria bagi mahasiswa seperti Alicia.

Mengobati Rasa Penasaran

Rasa ingin tahu yang tinggi merupakan salah satu faktor kecemerlangan Alicia.

Tak mengejutkan, Alicia sering menerima pujian dari para Faculty Member Prasetiya Mulya. Bahkan, ia kini sedang menjabat sebagai Asisten Dosen untuk sebuah riset. Prasmulyan yang lahir pada tahun 2001 ini juga kerap membantu teman-teman kuliahnya belajar. Tapi dari sudut pandang Alicia, prestasinya bukan berkat kecemerlangan otak belaka, tapi karena rasa ingin tahunya yang sangat tinggi. 

“Aku anaknya emang iseng, suka coba ini-itu,” ia mengakui. “Kalau denger informasi menarik, pasti aku langsung berusaha cari tahu.” 

Mengenai pencapaiannya juga, Alicia tidak tinggi hati. Meskipun memang ada niat untuk mengikuti ujian ASAI lagi pada tahun ini, tujuannya bukan karena ia tergesa-gesa ingin mendapat sertifikasi, melainkan untuk mengetahui kemampuannya sekaligus belajar. Mindset tersebut yang membuat Alicia jadi anak kuliah dengan sikap “santai”.

“Jangan sibuk mengejar nilai. Brainstorming bersama teman-teman dan Faculty Member, itu lebih penting.”

Lantas, apa yang berikutnya ingin dipelajari Alicia? Apa hal yang menggelitik rasa penasarannya saat ini? Pada pertanyaan tersebut, Alicia menjawab, “Aku pengen belajar gitar, kayaknya seru!” 


Cari tahu prestasi gemilang Prasmulyan lainnya hanya di ceritaprasmul.com!

Avatar

Sky Drupadi

Add comment

About Us

About Us

Our Main Website

Our Main Website

Instagram @Prasmul

  • Jangan gampang percaya dengan film Sci-fi yang menggambarkan robot sebagai musuh yang jahat. Nyatanya, mesin-mesin cerdas dapat membantu kegiatan sehari-hari, atau bahkan untuk sekadar menghibur. Ambil contoh Sophia the Robot, teknologi Artificial Intelligence ciptaan Hanson Robotics. Sejak aktivasinya di tahun 2016, ia telah menarik perhatian ahli teknologi, akademisi, dan seluruh masyarakat dunia.

Sophia menjadi tamu spesial dalam acara Youth Dialogue, salah satu rangkaian kegiatan 2019 CSIS Global Dialogue yang bertujuan untuk memperkenalkan teknologi di industri 4.0 pada generasi muda. Berlangsung pada 16-17 September lalu di Hotel Borobudur Jakarta, acara ini dihadiri oleh Hokiman Kurniawan (CEO Bahasa.id), Rama Aditya (Founder & CEO Qlue), serta Michell Setyawati (CEO Glair). Bikin makin seru, Youth Dialogue dipandu oleh standup comedian Mo Sidik!

2019 CSIS Global Dialogue merupakan kolaborasi antara Universitas Prasetiya Mulya, Centre for Strategic and International Studies, Plug and Play Indonesia, dan Pacific Economic Cooperation Council.
  • We cordially invite you to attend #ICASTEM2019 October, 30 2019 at #STEM Prasetiya Mulya. Free charge for participation, register via bit.ly/ICASTEM2019
  • Tahukah kamu dalam beberapa tahun ke depan banyak pekerjaan yang akan beralih ke automatisasi? Kalau begitu, bagaimana peluang kerja untuk kita? Cari tahu jawabannya di Seminar ‘Prospek Karir Generasi Z’ yang diadakan oleh Universitas Prasetiya Mulya.

Topik ini penting untuk kamu yang saat ini sedang duduk di kelas XII dan pastinya membutuhkan banyak informasi dalam menentukan jurusan kuliah.

Tidak hanya seminar karir, acara ini juga akan dilengkapi dengan konsultasi program studi bersama Faculty Member S1 Prasmul dan sekaligus pendaftaran tes untuk Kota Malang tanggal 3 November.

Seminar ‘Prospek Karir Generasi Z’ 
Sabtu, 28 September 2019
13.00 - 15.00
Atria Hotel Malang

Yuk register sekarang ke link prasmul.link/infosession.

Tempat terbatas.

#infosession #prasmul #infokuliah #malang
Prasmul on Media

See Prasmul on these Media!