Cerita Prasmul
Mengupas Tuntas Kebangkitan Financial Technology di FRIDATE!

Mengupas Tuntas Kebangkitan Financial Technology di FRIDATE!

Ah, kampus Prasetiya Mulya memang selalu dipenuhi kegiatan seru dari para mahasiswa. Seperti halnya kehadiran FRIDATE! An Afternoon Chat With Busecon pada hari Jumat (13/4) lalu di Audiotorium William Soeryadjaya, Universitas Prasetiya Mulya. Ajang santai sore ini bertujuan untuk mengenalkan program studi S1 Business Economics pada para calon Prasmulyan melalui kegiatan talk show dan games. In full English, of course!

Bapak Febri Rusli dan Celine Canes menjadi pembicara di ajang Fridate
Suasana Fridate! buat sesi talk show jadi lebih hangat dan santai

Mengangkat topik Financial Technology: Banking in Your Pocket, FRIDATE! kali ini mengupas tentang peran digital banking dalam mencipatakan ekosistem bisnis dan ekonomi yang inklusif. Saat ini, fintech memang menjadi bahasan yang sering bikin garuk kepala. Namun di era digital yang bergerak cepat ini, pastinya kudu untuk memahami teknologi yang perlahan bermekaran tersebut, terutama bagi para calon entrepreneurs.

Turut menyumbangkan ilmunya adalah Bapak Febri Rusli, MM, Digital Banking Partnership Head di BTPN, dan juga Celine Canes sebagai perwakilan dari S1 Business Economics 2017. Bapak Febri, yang merupakan salah satu pioneer dari layanan perbankan digital Jenius, menyatakan bahwa fintech dapat merevolusioner cara masyarakat mengatur keuangannya.

“Kegiatan sehari-hari kamu hampir selalu melibatkan uang,” tutur alumni MM Prasetiya Mulya tersebut. Di depan para siswa-siswi SMA beserta mahasiswa Prasmul yang hadir, Ia menambahkan, “Dunia perbankan sedang berusaha menjawab tantangan yang dihadapi customer. Bayangkan zaman dulu, untuk membuka rekening, seseorang harus ke bank, menyediakan berbagai macam dokumen, dan menunggu berjam-jam. Fintech memiliki potensi yang sangat besar, terutama di kalangan pengguna smartphone.”

Calon mahasiswa melihat langsung serunya jadi mahasiswa Busecon di Prasmul

Walaupun para juru bicara berapi-api membahas masa depan fintech yang gemerlap, mereka tak menutup mata juga akan kesenjangan yang ada di antara kota besar dan sekitarnya. “Di kota kecil, masih banyak technology illiteracy,” Celine berpendapat. “Banyak orang belum memahami fintech yang mereka pegang. Perlu adanya kesadaran untuk mengubah infrastruktur, seperti penyebaran fiber optic dan akses internet 4G yang setara.”

Topiknya mungkin boleh serius, namun FRIDATE! menyediakan lingkungan yang akrab dan hangat sehingga perbincangan pun terbawa rileks. Panitia juga menyediakan camilan manis seperti es krim, marshmallow, dan beragam pilihan keripik yang boleh disantap selama talk show. Keseruan ini disempurnakan dengan pemutaran wheel of fortune berhadiah yang disambut antusias pengunjung acara.

Meja snack menyediakan berbagai macam camilan menggiurkan

FRIDATE! menjadi cerminan langsung kehidupan di kampus Prasmul sebagai mahasiswa Busecon. Langsung terbukti bahwa mahasiswa dan juga para calon Prasmulyan diselimuti pertanyaan penasaran mengenai the future of finance dan semangat untuk mencari jalan yang paling solutif bagi masyarakat. (*SDD/vio)

mm

Sky Drupadi

Add comment

Translate »