Cerita Prasmul

Mau Terjun ke Industri Berbasis Protein? Catat Tips dari CEO Cimory Berikut Ini!

Mungkin tidak mengejutkan bahwa konsumsi kedelai di Indonesia termasuk tinggi berkat salah satu santapan populer sehari-hari, tempe. Tapi tahukah kamu bahwa konsumsi susu di Nusantara tidak mencapai 15 liter/orang tiap tahunnya? Selain itu, angka asupan protein di Indonesia jauh di bawah rata-rata dibandingkan dengan negara tetangga di ASEAN. Fakta tersebut menjadi motivasi bagi Bapak Bambang Sutantio, CEO Cisarua Mountain Dairy (Cimory), untuk bergerak di industri berbasis protein. Berdiri sejak tahun 2006, Cimory mencetak nama sebagai perusahaan asli Indonesia penghasil produk susu sapi berkualitas, utamanya adalah yoghurt.

Produk-produk Cimory, seperti minuman yoghurt, sudah dikenal masyarakat Indonesia. Ilustrasi: Instagram @cimoryindonesia

Pada tanggal 17 April lalu, Pak Bambang hadir di Auditorium PMBS Building Universitas Prasetiya Mulya sebagai guest lecturer untuk mahasiswa S1 Food Business Technology, S1 Business, dan S1 Branding. Disini, ia memberikan beberapa tips yang patut kamu catat jika ingin mengikuti jejak kaki sang CEO. Siapkan kertas dan pulpen, ya!

Gunakan Data Statistik Sebagai Visi

Menjadi seorang entrepreneur bukan sekadar buka bisnis secara asal-asalan. Kamu harus memiliki sebuah vision dan target. Apa tujuannya? Apa kepentingannya? Seperti apa masa depannya? Tapi jangan dulu terintimidasi oleh kata ‘vision’, karena hal ini bisa digali melalui data statistik.

Seperti yang telah diketahui, visi pak Bambang muncul dari rendahnya angka konsumsi protein di Indonesia. Ia melihat masa depan yang cerah untuk Industri Berbasis Protein, di mana produk-produknya akan digemari dan masyarakat akan teredukasi mengenai pentingnya asupan protein. Visi ini yang kemudian menjadi patokan utamanya dalam menjalankan Cimory.

Pak Bambang Sutantio menjadi guest lecture untuk mahasiswa S1 Food Business Technology, S1 Business, dan S1 Branding.

“Statistik itu penting,” tekan Pak Bambang. “Saya beri contoh, PDB Indonesia saat ini hampir mendekati USD 1 triliun, yang berarti bahwa income tiap orang hampir mencapai USD 4 ribu. Sedangkan menurut statistik, jika income per kapita mencapai USD4 ribu, di situlah orang-orang akan mulai mengonsumsi protein.”

Data-data tersebut merupakan kunci penting  yang memengaruhi bagaimana bisnismu bergerak. Namun, belum tentu semua orang bisa mengolah data yang telah mereka baca. Untuk itu, Pak Bambang menyarankan untuk perbanyak baca bersama, misalnya koran, lalu membahas topiknya tuntas. Hal ini dapat  menanamkan cara berpikir kritis serta mempertajam daya analisa seseorang.

Kumpulkan Pengalaman Sebanyak Mungkin

Tidak ada salahnya terjun ke dunia profesional seusai atau selama berkuliah. Namun ada baiknya untuk mengutamakan experience dibandingkan uang atau posisi. Bukan berasal dari keluarga pebisnis, Pak Bambang harus mengembangkan jiwa entrepreneur-nya seorang diri. Bergabung dengan sebuah perusahaan trading asal Jerman, ia menggunakan kesempatan tersebut untuk mencari tahu peta food industry di Indonesia.

“Setelah itu, saya juga sempat ditawarkan posisi yang cukup tinggi di perusahaan besar, tapi saya tolak,” kisahnya. “Saya pilih perusahaan kecil yang hanya memiliki enam karyawan. Sebagai sales, saya dapat keliling Jabodetabek dan melihat perusahaan makanan-minuman di Indonesia.”

Meskipun proses pendirian Cimory tampak ala kadarnya, Pak Bambang menegaskan bahwa tiap pengalamannya saling berhubungan. Dengan mengumpulkan pengalaman dan pengetahuan, ia tidak hanya mengasah skill, tapi juga memperluas jaringan yang bisa memberikan boost pada bisnis.

Jangan Takut Perkenalkan Hal Baru

Melalui consumer insight, sebuah perusahaan dapat melihat data, market, trend, dan “memarkirkan” produk ciptaan mereka di pasar yang sudah terbentuk. Selain hal tersebut, ada satu approach lagi yang menjadi mata angin Pak Bambang, yaitu membuka pasar baru.

“Memulai sesuatu yang baru memang tidak mudah, karena kita harus melihat ke depan,” ungkapnya. “Kita lihat apa yang sedang trend di luar negeri. Apakah di Indonesia sudah ada? Apakah berguna untuk masyarakat? Jika iya, maka kita harus bisa mengaplikasikannya di Indonesia.”

Pak Bambang merupakan pioneer yang memperkenalkan produk chicken nugget ke Indonesia.

Salah satu hidangan internasional yang Pak Bambang bawa ke Indonesia adalah chicken nugget. Saat itu, produk olahan ayam ini masih awam di kalangan masyarakat. Digabung dengan branding yang lemah, laju produk tersebut sangat lambat. Setelah beberapa tahun, chicken nugget akhirnya dikenal oleh masyarakat luas, dan bisnis tersebut menjadi salah satu batu loncatan untuk pendirian Cimory di kemudian hari.

Turut Kembangkan Indonesia

Menurut Pak Bambang, F&B merupakan salah satu industri yang lebih mudah dieksplor dibandingkan industri lain. Hal ini karena peminat pangan sangat tinggi. Itulah alasan mengapa ada banyak produk makanan dan minuman yang berasal dari industri berskala kecil atau home-industry.

“Terus terang, demand untuk pekerja teknologi pangan sangat terbatas karena satu pabrik biasanya hanya membutuhkan 5-6 orang saja,” papar pak Bambang. “Namun jika seorang mahasiswa dapat lulus dari universitasnya sebagai seorang entrepreneur dengan kemampuan teknologi pangan seperti di S1 Food Business Technology Prasmul, maka ia bisa mempekerjakan 5, 10, sampai 30 orang. Hal tersebut sangat bagus untuk multiplier effect di Indonesia.”

Generasi muda menjadi harapan pendiri Cimory untuk merevolusi industri pangan tradisional menjadi industri pangan berbasis teknologi tanpa menghilangkan kaidah-kaidah yang sudah ada.

“Dengan memasuki industri berbasis protein, kita bukan hanya mendapatkan bisnis dan uang. Kita juga memberikan sesuatu yang positif untuk masyarakat Indonesia. Keberadaan dan ketersediaan protein sangat penting untuk generasi masa depan yang dapat turut memajukan perekonomian Indonesia,” tutupnya.

Dengan tip-tip di atas, tentu kamu lebih mantap dalam merealisasikan impian untuk berkecimpung di Industri Berbasis Protein. Dalam menjalankannya, kamu harus selalu menargetkan diri pada visi yang telah ditetapkan. Selain itu, kamu pun harus gigih, rajin belajar dari pengalaman, dan tidak melupakan kemakmuran masyarakat Indonesia. Good luck! (*SDD)

 

Sky Drupadi

Add comment

About Us

About Us

Instagram @Prasmul

  • Moment from @zainjohansyah
• • • • •
Apakah ada kamu difoto ini?
.
Kalau belum ada kamu di foto ini tahun 2018! Semoga kamu akan menjadi bagian dari Prasmul 2019! Amin
.
Open House Prasmul 2018
22 September 2018
Lampung & Malang
Info lengkap cek link di bio @prasmul
.
Mention/tag @prasmul di momen seru mu tentang kehidupan kampus guys!
.
#prasmulyaninframe #prasmulyan #universitasprasetiyamulya #prasetiyamulya #campuslife #masukkampus #mahasiswabaru #calonsarjana #business #stem #mahasiswaindonesia #kehidupankampus #s1prasetiyamulya #openhouse #infosession #eventmalang #eventlampung
  • Moment from @renitaharyadii
• • • • •
Check out these bold costumes at yesterday's Welcoming Night event. Fierce Prasmulyans with hearts of a lion!
.
Mention/tag @prasmul di momen seru mu tentang kehidupan kampus guys!
.
#prasmulyaninframe #prasmulyan #universitasprasetiyamulya #prasetiyamulya #campuslife #masukkampus #mahasiswabaru #calonsarjana #business #stem #mahasiswaindonesia #kehidupankampus #s1prasetiyamulya
  • Moment from @krisna.pt9
• • • • •
Officially Prasmulyan 2018
#WelcomingNight2018
.
Mention/tag @prasmul di momen seru mu tentang kehidupan kampus guys!
.
#prasmulyaninframe #prasmulyan #universitasprasetiyamulya #prasetiyamulya #campuslife #masukkampus #mahasiswabaru #calonsarjana #business #stem #mahasiswaindonesia #kehidupankampus #s1prasetiyamulya

Let’s Get Connected

Ikuti media sosial kami dan telusuri momen menarik tentang serunya perkuliahan di Prasmul!

Competition 2018

Berikut ini adalah artikel yang telah diterima tim redaksi Cerita Prasmul untuk Cerita Prasmul Competition 2018

Peserta

Prasmul on Media

See Prasmul on these Media!

Juli 2018

Juni 2018

Mei 2018