Cerita Prasmul

Lip Coat BLP by Lizzie Parra : laris 4000 pcs dalam seminggu pertama launching I Lizzie Parra – Beauty blogger, vlogger, make up artist & entrepreneur I Alumni Success Story

 

1DSC_0276

Buat kamu yang suka dunia beauty, pasti udah ga awam dengan satu beauty blogger ini: Elizabeth Christina, atau lebih dikenal dengan nama Lizzie Parra. Yup, Lizzie Parra ini selain beauty blogger, vlogger dan juga make up artist, sekarang sudah merambah menjadi entrepreuner dengan memiliki make up dibawah label namanya sendiri : BLP ( By Lizzie Parra).

Di sela-sela kesibukannya, Lizzie yang juga alumni Universitas Prasetiya Mulya angkatan pertama ini (2005) menceritakan awal kariernya hingga akhirnya saat ini terjun sebagai entrepreuner kepada ceritaprasmul:

Lizzie, memang sangat senang dengan dunia beauty, setelah lulus dari Universitas Prasetiya Mulya pada tahun 2009, ia langsung masuk ke L’oreal dan setelah lulus program management trainee L’oreal, Ia langsung memegang produk YSL. “Yang masukin CV-ku ke L’oreal itu Prasetiya Mulya, lho” tambahnya lagi.  Lizzie mengungkapkan sesungguhnya ia sangat senang memegang produk YSL, dan ia mengakui ilmu yang didapatnya di Prasetiya Mulya sangat berguna dalam kariernya disana. Namun saat akhirnya ia harus menggantikan temannya memegang fragrance, kebosanan mulai melanda Lizzie, terlebih dari dulu dia ingin menciptakan line make up sendiri, “dari dulu saya ingin membranding diri dan make something new” tambahnya.

Setelah itu ia mulai belajar make —up secara otodidak dan kursus di La Salle selama dua bulan. Namanya mulai mencuat melalui blog-nya www.lizzieparra.com dan word of mouth,  sampai akhirnya ia dapat menjadi make up artist untuk artis dan untuk majalah, bahkan memegang beauty spread di majalah, dan sampai pada wedding make up artist hingga saat ini. Dan lagi, keinginannya untuk tidak berada di situ-situ saja dan membuat sesuatu kembali muncul.

“Karena saya memang suka banget dengan dunia beauty dan orang taunya saya dari review lipstick, maka dari itu saya memberanikan diri membuka produk dibawah label nama sendiri dimulai dengan lip coat” ujar Lizzie yang koleksi lipsticknya mencapai 400 buah lipstick ini. Setelah memutuskan untuk membuat label make up sendiri, Lizzie tidak main-main dan iapun melakukan survey ke tiga pabrik make-up. Dan setelah mendapatkan pabrik yang sesuai dengan visi-misinya, Lizzie memutuskan untuk membuat ‘lip coat’ sebagai produk pertamanya.

lip coat blp 1

 

Jadi apa si kelebihan lip coat BLP dibandingkan produk lain? “ Kelebihan dari lip coat BLP karena menjawab keinginan pasar untuk memiliki lip coat yang pigmented,dengan satu satu swipe bisa kecover,kedua menjawab keinginan lipstick matte yang ga kering, sehingga yang memiliki bibir kering dan suka pecah-pecahpun bisa pakai produk ini dan ketiga ada attachment antara aku dan konsumen” ujar Lizzie yang memiliki 3 group konsumen di line-nya dan satu groupnya terdiri dari 300 konsumen ini.

Sebagai produk awal BLP, Lizzie mengeluarkan 8 warna untuk mewakili 8 personality: Persimmon Pie, Lavender Cream, Butter Fudge, Peppermint Pink, Bloody Mary, Candy Apple, Beet Me dan Burnt Cinnamon. Dimana warna-warna everyday color menjadi warna yang paling dicari dan paling laris, yaitu: (4 warna) Butter Fudge, Persimmon Pie, Lavender Cream,dan Burnt Cinnamon. Lip coat ini akan tahan seharian selama kita tidak makan, dan jangka waktu kadaluarsa dua tahun.

lip coat blp 3

Untuk penjualan BLP, Lizzie mengaku kerja keras membawa berkah tersendiri. “Penjualannya surprisingly heboh. Sejak press launch baru dibuka di website pada 23 juni 2016, hari pertama sudah ada 1400 order, dan kita jual 4000an di seminggu pertama” ujarnya. Ia mengaku sempat kewalahan dengan order tersebut. “Di hari kedua saya nangis krn kita panik.” Tambahnya lagi. Tim BLP awalnya memang cuma berempat dan baru dibidang e-commerce, dan hari hari pertama website crash. Seminggu pertama diakuinya memang chaos. Di bulan kedua kita habis sisa tinggal 1000 pieces dan hingga saat ini kita sudah keluar 11000 pieces” imbuh Lizzie. Bahkan saat ia mengikuti Market Museum pun antreannya sempat mengular keluar mall, dan habis dalam tiga hari sampai ia harus mengeluarkan varian baru, yaitu mini lip coat.

Lizzie mengaku ilmu dari Prasetiya Mulya benar-benar ia pakai dalam mengembangkan brand dan bisnisnya. “Untuk bikin ini semua bisa dibilang hasil  pembelajaran 4 taun dari prasetiya mulya. Dari segi branding, segi pemasaran, advertising, dan PR 80% merupakan ilmu dari prasmul. Akupun mendapatkan insting ini krn aku sekolah di Prasetiya Mulya si ” ujar Lizzie yang saat inipun tengah menjalankan bisnis BLP-nya dengan business director dan finance yang juga merupakan lulusan Universitas Prasetiya Mulya.

1DSC_0273

Ke depan, ia mengaku masih memiliki banyak target yang ingin dicapai, yaitu mendevelop dan menjual produk-produk baru selain lip coat dan menjadikan BLP sebagai global brand. Mulai bulan Oktoberpun produknya tidak hanya dapat dipesan melalui web www.blpbeauty.com, tetapi juga dapat dipesan melalui sosiola.com dan untuk penjualan secara offline Lizzie sedang pendekatan dengan Sephora dan Aeon Mall.

Oke deh Lizzie, kita doakan BLP beneran akan jadi global brand dalam waktu dekat. Sukses terus ya Lizzie!

 

Foto : tim ceritaprasmul & instagram BLP.

/mtr

Add comment

About Us

About Us

Our Main Website

Our Main Website

Instagram @Prasmul

  • Sejak semester pertama di Universitas Prasetiya Mulya, kemampuan team working mahasiswa diperkuat melalui tugas kuliah yang umumnya dikerjakan berkelompok. Untungnya, kampus ini menyediakan banyak area untuk berdiskusi sehingga mahasiswa tidak harus menghabiskan ratusan ribu rupiah untuk nongkrong di cafe. Seru, kan?

Untukmu yang tinggal di Batam, temukan keseruan lain tentang perkuliahan di Prasmul dalam Roadshow Info Session di bulan Oktober ini. Catat informasinya, ya!

Sabtu, 19 Oktober 2019
13.00 - 15.00 WIB
Nagoya Hill Hotel
Register at prasetiyamulya.ac.id/infosession/

Be the next 2020 Prasmulyan!
  • Selamat Hari Pangan Sedunia!

Di tengah banyaknya masyarakat yang mengalami kelaparan dan malnutrisi, anehnya food waste juga menjadi permasalahan pelik yang harus dihadapi oleh organisasi makanan seperti Food and Agriculture Organization (FAO). Sebenarnya separah apa permasalahan food waste yang dihadapi bumi? 
Swipe left untuk tahu lebih banyak.
  • Setelah tiga atau empat tahun berkuliah, pasti kamu bukan lagi orang yang sama di semester satu. Misalnya Fala dan Calvin, dua Prasmulyan semester akhir yang secara langsung merasakan perbedaan pada diri mereka selama berkuliah. Setelah melalui banyak pengalaman, pasti kamu pun juga bisa menjadi sosok yang lebih pintar, bijak, dan berani.

AN EXCITING EVENT IS COMING YOUR WAY! 
SELF-TRANSFORM WITH PRASMUL. 
COMING SOON. 26.10.19
Prasmul on Media

See Prasmul on these Media!