Cerita Prasmul

Highschool Tips: Menjadi Volunteer di Event ASIAN Games 2018, Gimana Caranya dan Apa Keuntungannya?

Menjadi generasi “bebas” atau  yang dikenal dengan sebutan generasi langgas, tak serta merta membuat teman-teman bebas bergerak tanpa arah. Hustle hard is a must, guys! mulailah perbanyak pengalaman, perluas jejaring, dan ubah waktu luangmu menjadi pengalaman berharga, supaya kalian bisa stand out diantara lainnya.

Lalu, gimana caranya? Kegiatan volunteering atau menjadi sukarelawan di event-event internasional merupakan opsi yang bisa dimanfaatkan untuk mempercantik portofolio kamu.

Jangan takut, peluang menjadi volunteer terbuka luas! karena industri pariwisata Indonesia sedang gencar-gencarnya mengadakan ajang promosi wisata, salah satunya melalui sport tourism.

Kali ini, Klaudia Katherina Lamiqui (Mahasiswa S1 Event Prasmul 2016) akan berbagi cerita tentang perjuangannya terpilih sebagai volunteer pesta olahraga regional Asia yang digelar 4 tahun sekali, yup it’s ASIAN Games 2018.

Berikut petikan Q&A Ceritaprasmul.com bersama Klaudia:

Q: Hai Klaudia, boleh cerita kenapa kamu tertarik untuk menjadi volunteer ajang internasional?

A: Aku ingin menjadi bagian dari sejarah, karena ASIAN Games sendiri merupakan ajang yang ga selalu ada di Indonesia, terakhir dilaksanakan disini itu tahun 1962. Disisi lain, sebagai mahasiswa S1 Event pastinya timbul naluri dalam diriku untuk belajar dan terjun langsung di kepanitian internasional.

Q: Diterima sebagai volunteer ASIAN Games 2018 pastinya berkesan banget ya. Bisa diceritakan awal mula proses pendaftarannya seperti apa?

A: Prosesnya cukup panjang. Bulan Agustus 2017 aku registrasi administrasi secara online. Kemudian, di November 2017 aku ikut  tes IQ, Psikotest, FGD, dan Interview. Sempat khawatir ga keterima karena pengumumannya lama dan rekruitmennya cukup ketat. Akhirnya, di Februari 2018 aku diinfoin kalau keterima di divisi Liaison Officer (LO) bagian Arrival Departure and Hospitality. Sejak 6 Februari 2018 kemarin, aku sudah mulai menjalankan tugas di tahap test event ASIAN Games 2018.

Q: Seperti apa tanggung jawab Klaudia sebagai LO di ASIAN Games 2018?

A: Basically, tugas seorang LO adalah memberikan pendampingan bagi para atlet, tamu, National Olympic Commitee, maupun Official, dimulai saat mereka tiba di bandara hingga tiba di hotel.

Q: Apa hal yang menantang dari tugas seorang LO?

A: Kami harus teliti dan cepat tanggap. Siap untuk ditempatkan di berbagai shift kerja, teliti mengenali wajah dan jabatan para tamu yang kita jemput, kalau pesawat delay juga harus cepat tanggap nyari solusi dan koordinasi dengan tim lainnya, dan kurang lebih harus tahu informasi yang kira-kira dibutuhkan para tamu.

Q: Bagi teman-teman pemula, susah ga sih untuk menjadi volunteer ajang internasional?

A: Aku rasa ngga, asal kita adaptif dengan cepat. Karena sebelum mulai bertugas, ada general training dari praktisi yang akan sharing informasi seputar pekerjaan kita nanti. Hanya saja, keep in mind kalau menjadi volunteer itu harus profesional dan komitmen, karenaa itulah yang ditekankan pihak INASGOC sebagai penyelenggara. Tanamkan di diri kalian kalau menjadi volunteer itu memang kontribusi kalian buat negara, dan bukan karena embel-embel uangnya.

Q: Pengalaman paling berkesan selama bergabung di ASIAN Games 2018?

A: Volunteer test event ASIAN Games 2018 datang dari dalam dan luar negeri, profesi dan usianya juga beragam. Dari sini, aku dapat banyak teman baru dari Bangkok, Amerika, maupun negara lainnya. Selain itu, banyak volunteer yang ternyata bekerja di perusahaan-perusahaan ternama, sehingga ini juga  jadi ajang diskusi dan bertukar informasi yang berguna bagi karierku kedepannya.

Q: Selain koneksi, keuntungan apa lagi yang kamu raih dari ajang ini?

A: ASIAN Games ibarat platform bagiku untuk mengaplikasikan teori event yang aku dapatkan dikelas. Banyak ilmu yang aku raih, terutama event management.  Kemudian, meski volunteer merupakan profesi sukarela, penyelenggara juga memberikan benefit materiil, baik uang transportasi maupun penginapan dengan fasilitas yang oke bagi volunteer yang tinggal diluar Jabodetabek. Kami juga diberikan official mercandhise ASIAN Games 2018 yang menurut aku berguna dan memorable.

Q: Menurut Klaudia, skills apa yang dicari untuk mengisi posisi volunteer ASIAN Games 2018?

A: Kuasai bahasa asing, punya attitude yang baik, dan punya ketertarikan di bidang tersebut. Akan lebih baik lagi kalau kalian punya kemampuan event management supaya paham bagaimana suatu event berjalan. Aku cukup beruntung karena banyak skills yang aku raih dari pembelajaran di kelas S1 Event.

Q: Sulit tidak mengatur waktu antara kuliah dan kegiatan volunteer?

A: Senangnya, Prasmul cukup mendukung mahasiswanya untuk memperoleh non academic skills, kami diberikan waktu lebih supaya bisa aktif di kegiatan luar kelas. Bahkan, punya predikat sebagai anak Prasmul juga jadi keuntungan tersendiri bagiku. Saat interview kemarin, banyak penguji yang sudah melabelkan anak Prasmul punya skill organisasi yang baik sehingga jadi nilai plus buat kami.

Q: Setelah terjun langsung di ASIAN Games 2018, menurutmu gimana sih kesiapan Indonesia?

A: Menurut aku, kita harus berbangga dengan keberanian Indonesia untuk menggantikan Vietnam menjadi tuan rumah ASIAN Games 2018. Dalam waktu yang cukup singkat, persiapan bisa sebagus ini. Dari kacamata bisnis event, Aku juga ngelihat kalau sport tourism punya peluang yang besar buat datengin wisatawan. Animonya ada, tinggal bagaimana ini dikembangkan secara berkala dan profesional.

Q: Tips bagi adik-adik SMA, dimana sih mereka bisa dapat info lowongan volunteer?

A: Selain dari words of mouth, platform seperti studentjob.co.id, indonesiamengajar.org, ataupun indorelawan.org juga bisa ngebantu teman-teman untuk dapat info lowongan volunteer. Selamat mencari!

Pertanyaan tersebut sekaligus menutup perbincangan ceritaprasmul.com dengan Klaudia. Bagi teman-teman yang masih penasaran dan ingin mendalami ilmu event khususnya sport tourism di Indonesia, yuk ikuti acara EVENTNESIA 2018 pada 23 Februari 2018, di Prasmul BSD. Banyak pembicara dan kegiatan menarik yang bisa kalian dapatkan disana. Klik disini untuk informasi lebih lanjut ya! (*VIO)

Sumber gambar:

www.humas.id

Vitry Octavia

Vitry Octavia

Add comment

About Us

About Us

Our Main Website

Our Main Website

Instagram @Prasmul

  • Prosesi penandatanganan Nota Kesepahaman atau MoU antara Universitas Prasetiya Mulya dan International Management Institute (IMI) diselenggarakan di Lausanne, Swiss, pada hari Kamis (16/3) lalu. Dihadiri oleh Prof. Dr. Djisman Simandjuntak selaku Rektor Universitas Prasetiya Mulya, Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia, Puan Maharani dan Duta Besar Indonesia untuk Swiss Prof. Dr. Muliaman Hadad, kolaborasi ini diharapkan dapat membuahkan kegiatan edukatif yang bermanfaat bagi mahasiswa, Faculty Member, serta Indonesia.
  • Tahukah kamu, menurut penelitian Program for International Student Assessment (PISA), Indonesia berada di kedudukan ke-62 dari 70 negara dalam peringkat minat baca? Yuk, jangan biarkan buku kamu berdebu di rumah. Dari buku, kamu bukan hanya mendapatkan hiburan, tapi juga ilmu, inspirasi, bahkan teman baru! Buku apa yang sedang kamu baca, Prasmulyan? .
#haribukunasional
.
#perpustakaannasional #astrainternationallibrary #perpustakaan #library #nationalbookday #favoritbook #yukmembaca #yukbacabuku #17mei #indonesia #gemarmembaca #bukujendeladunia #UniversitasPrasetiyaMulya #Prasmulyan #prasmul
  • Worldwide Developers Conference (WWDC) 2019 merupakan ajang tahunan bergengsi bagi para pengembang aplikasi di dunia.

Berlangsung sejak 1987, event ini diikuti oleh ribuan peserta dari puluhan negara setiap tahunnya.

Pada tanggal 3-7 Juni 2019 mendatang, seorang Prasmulyan akan terbang ke San Jose, Amerika Serikat, sebagai salah satu tamu terpilih di WWDC19! Penasaran siapa? Swipe dan simak kisahnya ya!

#wwdc19 #appledeveloper
Prasmul on Media

See Prasmul on these Media!