Cerita Prasmul

Handphone Kamu Mengandung Emas dan Komponen Berharga Lainnya, Lho!

Coba perhatikan handphone yang sedang kamu pegang atau laptop yang ada di pangkuanmu. Apakah kamu dapat melihat komponen berharga seperti emas? Tentu tidak. Namun bukan berarti komponen tersebut tidak ada.

Inilah yang disampaikan oleh M. Akbar Rhamdhani, Associate Professor di Swinburne University of Technology, Melbourne, Australia. Dosen dengan gelar PhD dari McMaster University tersebut hadir sebagai pembicara dalam kegiatan Guest Lecture untuk mahasiswa program S1 Product Design Engineering Universitas Prasetiya Mulya, pada hari Rabu (12/9) lalu. Dengan pengalaman di bidang resource efficiency, Pak Akbar menjabarkan pentingnya mengefisienkan urban resources demi kelestarian lingkungan, terutama mengenai sampah elektronik alias E-waste.

Apa itu Urban Resources?

Bertolak belakang dengan natural resources alias Sumber Daya Alam, urban resources merupakan produk terbuang karya manusia yang dibuat dari berbagai material. Tak terpakai lagi atau terbengkalai, material tersebut sebenarnya masih bisa dimanfaatkan atau di daur ulang kembali. Magnet, besi sisa pembangunan, solar cell, dan E-waste atau WEEE (Waste of Electronics and Electrical Equipments) termasuk ke dalam kategori tersebut. Artinya, telepon genggam, TV, radio, dan semua barang elektronik terbuang kini dianggap sebagai urban resources.

M. Akbar Rhamdhani, yang merupakan ahli di bidang resource efficiency, hadir sebagai dosen tamu untuk mahasiswa S1 Product Design Engineering Prasmul.

E-waste memiliki struktrur yang sangat kompleks dan di dalamnya, terdapat berbagai komponen seperti plastik, metal, gelas, dan lainnya. Manusia dapat mengambil kembali komponen berharga tersebut melalui tiga tahap, yakni collection, pre-process, dan end processing.

“Banyak yang tidak tahu, namun 10kg E-waste memiliki kandungan emas sebanyak 2kg,” ujar Pak Akbar. “Untuk mendapatkan emas sejumlah itu, manusia biasanya harus menambang batu sebanyak 500-1000kg!”

Menurut Pak Akbar, 10kg E-waste memiliki kandungan emas sebanyak 2kg.

Walaupun pemisahan komponen harus melalui  proses yang  panjang dan sulit, efisiensi yang dilakukan akan semakin memaksimalkan upaya zero waste yang krusial bagi keadaan lingkungan dunia.

Usaha Tidak Tanpa Tantangan

Pak Akbar menjelaskan, walaupun banyak negara seperti Australia telah menjalankan resource efficiency, semuanya tidak tanpa tantangan. Di tahap collection misalnya, masih ada hambatan dari sisi transportasi dan jarak. Pak Akbar juga menyayangkan, di Indonesia sendiri, masih banyak orang mencari jalan pintas dalam memproses E-waste.

Mahasiswa S1 PDE Prasmul menghadiri kegiatan Guest Lecture.

“Seharusnya, tiap produk E-waste melalui separating process, liberation process, dan refining process untuk mendapatkan komponen sekecil mungkin,” jelasnya. “Tapi banyak orang mencari shortcut dan memilih untuk membakar sampah dengan suhu tingkat tinggi. Masalahnya, E-waste memiliki hazardous elements yang akan emisi ke lingkungan.”

Bila E-waste diproses secara benar dan tiap komponen berharga yang terkandung diambil, bayangkan saja value-nya!

Kontribusi Mahasiswa PDE Untuk Dunia

Lantas, mendengar amanah dari Pak Akbar, apa kontribusi yang dapat dilakukan mahasiswa S1 Product Design Engineering dalam mengatasi problem E-waste? Sarannya, dalam menciptakan sebuah desain produk, mahasiswa tidak hanya memikirkan cara pemakaiannya oleh konsumen, namun mempertimbangkan pula proses pembuangannya ketika produk tersebut menjadi E-waste.

Guest Lecture kali ini diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa dalam mendesain produk.

“Bila kamu perhatikan TV modern, elektroniknya sudah di satu sisi. Ini tentu akan mempermudah separation process di kemudian hari,” kata Pak Akbar. “Sebagai mahasiswa PDE, kalian pun harus mencari upaya untuk mempermudah proses assembly dan juga pemisahan.”

Menurut Pak Akbar, E-waste merupakan masalah di seluruh penjuru dunia.

Edukasi bukan hanya ke masyakarat, tapi lebih penting lagi ke pekerja industri. Mereka harus memahami secara teknis bagaimana E-waste diproses.

Menutup Guest Lecture yang membuka mata ini, Pak Akbar kembali mengingatkan bahwa masalah E-waste bukan terjadi di Indonesia saja, namun juga di seluruh penjuru dunia. Untungnya, masih banyak waktu dan ruang untuk negara ini berkontribusi. Untuk sekarang, yuk hargai barang-barang elektronik kamu, karena ternyata ia jauh lebih berharga dari yang kamu kira!

 

Sky Drupadi

Add comment

About Us

About Us

Instagram @Prasmul

  • Moment from @marvellazasv
.
bloom 🌺
#PrasmulxNotreDame
#PrasmulCampusVisit
.
#LIFEatPRASMUL 
#prasmul
#campuslife
.
Mention/tag @prasmul di momen seru mu tentang kehidupan kampus guys!
  • Eits, jangan takut dulu mendengar kata ‘lemak’. Senyawa yang sering mendapatkan reputasi buruk ini sebenarnya tidak selalu jahat, lho. Selain untuk melindungi organ tubuh, ia juga bantu menyehatkan kulit dan rambut, serta memberikan berbagai benefits lainnya. Penting menjadi bagian dari proses pembelajaran mahasiswa, Collaborative STEM Lab Prasmul menyediakan mesin canggih untuk menganalisis kandungan lemak pada bahan pangan.
.
Apa yang harus dilakukan?
Untuk mengetahui kandungan lemak, sampel yang ingin dianalisis harus didestruksi terlebih dahulu menggunakan mesin Hidroc. Sampel tersebut akan diberikan asam klorida, kemudian dipanaskan selama satu jam sampai mendidih.
.
Berikutnya, Prasmulyan harus membuang asam klorida tersebut menggunakan oven. Untuk bantu mempercepat proses, sampel akan dibilas dengan aquades agar sisa asam akan menempel dan menguap bersama. Setelah zat cair berhasil dihilangkan sepenuhnya, sampel yang kini berbentuk serbuk akan dipindahkan ke tabung.
. 
Menggunakan mesin Socroc, sampel di dalam tabung akan ditimbang. Dari sini, Prasmulyan dapat langsung menghitung selisih sebelum dan sesudah proses destruksi untuk mendapatkan angka kandungan lemak!
.
Ingin tahu apa lagi yang bisa dianalisis? Yuk eksplorasi di Collaborative STEM Lab Prasmul!
.
#UniversitasPrasetiyaMulya #Prasmul #university #Prasmulyan #science #business #Instamood #Instagood #Instadaily #mathematics #stem #collaborativestem #stemlabprasmul #socroc #analisislemak #engineering #technology #infokuliah
  • This is the place where great entrepreneurs manifest their dreams.
.
#prasmul #pmbs #universitasprasetiyamulya #campusbuilding #architechture #photography #Instagood #kampusindonesia #infokuliah #entrepreneur
Competition 2018

Berikut ini adalah artikel yang telah diterima tim redaksi Cerita Prasmul untuk Cerita Prasmul Competition 2018

Peserta

Prasmul on Media

See Prasmul on these Media!