Cerita Prasmul

Gemar Menunda Pekerjaan? Inilah 4 Tips Menghindari Procrastination

Bayangkan jika hari ini guru atau dosenmu memberikan tugas mudah yang wajib dikumpulkan empat minggu lagi. Apakah kamu akan segera menyelesaikannya, atau menunggu deadline

Jika tugas tersebut kamu kerjakan di hari yang sama, maka artikel ini bukan untukmu. Sebab, artikel ini ditujukan bagi orang-orang yang gemar menunda pekerjaan alias procrastinating.  

Terdapat berbagai alasan yang mendasari seseorang untuk menunda pekerjaan. Namun, hampir semua berhubungan dengan kondisi psikologis, seperti rasa takut akan kegagalan, kecemasan, dan kurangnya motivasi.

Meski wajar dilakukan, kebiasaan menunda pekerjaan akan mempengaruhi kinerja, nilai, hubungan interpersonal, bahkan kesehatan seseorang. Ia akan mengalami rasa bersalah, frustasi, stres, dan cemas yang lebih tinggi. Jika tidak ditangani dengan baik, kondisi tersebut akan berujung pada kepercayaan diri rendah, bahkan depresi. 

Lalu, apa yang bisa kamu lakukan untuk menghindari procrastination?

Jauhi alasannya

Dikutip dari Psychology Today, untuk mencegah procrastination terlebih dahulu kamu harus menganalisis kondisi internal yang mendorongmu melakukannya. Untuk itu, kenali dirimu dengan mengajukan lima pertanyaan ini:

  1. Dimana kamu biasa menunda pekerjaan?
  2. Kapan biasanya kamu mulai mengerjakan kewajibanmu?
  3. Apa yang membuatmu ragu untuk memulai bekerja?
  4. Kenapa hal tersebut membuatmu ragu?
  5. Bagaimana kondisi ideal yang mendorongmu lebih produktif?

Pecah pekerjaanmu menjadi tugas kecil

Guna membuatmu termotivasi untuk melakukan proyek, pecah tugas besar tersebut menjadi beberapa tasty task atau pekerjaan yang bisa diselesaikan dalam 30-60 menit. Bagaimana cara melakukannya? Ini dia panduan untukmu!

Cara memecah pekerjaan menjadi tasty task

Buat tujuan yang spesifik

Manajemen waktu merupakan kunci dalam menghindari procrastination. Semakin spesifik tujuanmu, semakin mudah pula mengalokasikan waktu untuk masing-masing pekerjaan. Untuk itu, ubah tujuanmu menjadi SMART Goals, yaitu:

  • Specific →  terdefinisikan dengan jelas dan tidak ambigu
  • Measurable →  memiliki kriteria evaluasi
  • Achievable →  dapat diselesaikan dengan baik
  • Realistic →  sesuai dengan kondisimu
  • Timely →  memiliki jangka waktu sejak mulai hingga selesai

Just start!

Memulai memang aspek terberat dalam menyelesaikan pekerjaan. Untuk itu, kamu bisa kelabui rasa malasmu menggunakan 2-minute rule. Cukup katakan pada dirimu “saya hanya akan bekerja selama dua menit,” dan kamu akan mendapati dirimu mulai bekerja, atau bahkan tidak bisa berhenti ketika dua menit tersebut telah habis.

Witha Shofani

Witha Shofani

Add comment

About Us

About Us

Our Main Website

Our Main Website

Instagram @Prasmul

Instagram has returned invalid data.
Prasmul on Media

See Prasmul on these Media!

[nextpage title=”1″ ]

September 2018

[/nextpage][nextpage title=”2″ ]

Agustus 2018

[/nextpage][nextpage title=”3″ ]

Juli 2018

Juni 2018

[/nextpage][nextpage title=”4″ ]

Mei 2018

April 2018

[/nextpage][nextpage title=”5″ ]

Maret 2018

[/nextpage][nextpage title=”6″ ]

Februari 2018

[/nextpage][nextpage title=”7″ ]

Januari 2018

Oktober 2017

Oktober 2017

[/nextpage][nextpage title=”8″ ]

September 2017

Agustus 2017

[/nextpage]