Cerita Prasmul

4 Rahasia BLP (By Lizzie Parra) Beauty Bisa Eksis di Industri Kecantikan

Berbagai merek lokal kini mulai merajai hati masyarakat khususnya milenial Indonesia. Salah satu merek yang mencuri perhatian banyak wanita Indonesia bahkan dari hari pertama peluncurannya adalah BLP (By Lizzie Parra). Merek kosmetik ternama ini berhasil menjual sekitar 4000 produk lip coat andalannya pada minggu pertama peluncuran. Mengusung konsep yang sederhana namun elegan serta mementingkan kepraktisan pengguna, BLP sukses merebut perhatian milenial Indonesia untuk beralih, bahkan mencintai produk dalam negeri. Tak hanya membuat para konsumen puas dengan produknya, BLP juga berhasil membuat masyarakat lebih percaya dengan kualitas produk karya anak Indonesia.

Adinda Ayu, Chief Financial Officer BLP Beauty.

Adinda Ayu selaku Chief Financial Officer BLP Beauty mengaku kesuksesan yang diraih BLP saat ini merupakan buah dari kerja keras tim BLP belajar menghadapi kegagalan. Setiap pelaku bisnis pasti setuju kegagalan akan memberikan pelajaran yang sangat berharga dalam pengembangan bisnis. Adinda menyampaikan, ”Saya percaya kegagalan tersebut dapat diminimalisir ketika pegiat usaha mengerti celah serta step by step yang seharusnya dilakukan dalam menjalankan bisnis.”

Ilmu yang diperoleh Adinda Ayu, Lizzie Parra selaku Founder dan Monica Christa selaku Chief Operating Officer selama berkuliah di Universitas Prasetiya Mulya memberikan dampak yang besar dalam membangun BLP. Mulai dari perancangan konsep yang mendalam dan detail akan membantu pebisnis untuk tidak kehilangan arah di tengah perjalanan membangun bisnis.

Kemunculan berbagai merek kosmetik lain ternyata tidak membuat BLP kehilangan penggemarnya. Berbekal riset yang mendalam mengenai target market serta kompetitor membuat BLP memiliki keunikan dan mampu bertahan dalam persaingan. Dalam acara Win Your Future bersama Universitas Prasetiya Mulya, Adinda Ayu membocorkan beberapa point yang dianggap sangat mempengaruhi kesuksesan BLP seperti sekarang ini.

Pertama, branding yang terkonsep. Adinda Ayu mengakui di era digital seperti saat ini social media memegang peranan penting dalam branding. Beranjak dari Founder dengan latar belakang yang sangat kuat di bidang beauty, BLP juga fokus dalam menyiapkan konten yang khas. “Menggabungkan konten yang relatable dan real dengan kehidupan wanita Indonesia sehari-hari adalah salah satu trik yang menarik perhatian konsumen,” tuturnya.

Gerai BLP Beauty di Surabaya.
Sebelum menjadi wirausahawan, Lizzie Parra, Founder BLP Beauty, merupakan seorang make-up artist.

Kedua, timing yang tepat, seperti tim BLP yang merasa 2016 merupakan tahun yang tepat bagi mereka memulai bisnis ini. Telah berbekal ilmu bisnis, memperkirakan perkembangan bidang beauty di Indonesia dan pertimbangan lainnya membuat ketiga Lady Bosess BLP Beauty ini yakin akan waktu terbaik mereka membangun BLP.

“Siap belajar dari kegagalan dalam berbisnis.” – Adinda Ayu

Ketiga adalah konsisten terhadap target market yang telah ditetapkan sejak awal. Menjadikan diri sendiri sebagai contoh target pasar membuat BLP paham akan kebutuhan calon konsumennya. “BLP Team bangga dan selalu memprioritaskan penggunaan beauty product dari brand kami sendiri dulu. Nah dari situ, orang sekitar secara langsung akan lihat, kemudian berkembang ke circle kami yang lain seperti teman, keluarga, dan lainnya.”

Terakhir adalah menjaga kualitas produk. BLP selalu berusaha memberikan produk dengan kualitas terbaik dan cocok digunakan oleh wanita Indonesia. Tak jarang untuk meluncurkan satu produk BLP membutuhkan waktu yang cukup lama dan persiapan yang matang demi mendapatkan kualitas produk terbaik dengan harga yang affordable.

Adinda Ayu berpesan untuk jangan takut mencoba dan siap belajar dari kegagalan dalam berbisnis. Terbuka dengan masukan teman-teman beauty enthusiast juga sangat membantu BLP bisa berada di titik saat ini.

Sumber gambar:

BLP Beauty

Instagram @adinda_ayu 

Instagram @blpbeauty

 

Add comment

About Us

About Us

Our Main Website

Our Main Website

Instagram @Prasmul

  • Sejak semester pertama di Universitas Prasetiya Mulya, kemampuan team working mahasiswa diperkuat melalui tugas kuliah yang umumnya dikerjakan berkelompok. Untungnya, kampus ini menyediakan banyak area untuk berdiskusi sehingga mahasiswa tidak harus menghabiskan ratusan ribu rupiah untuk nongkrong di cafe. Seru, kan?

Untukmu yang tinggal di Batam, temukan keseruan lain tentang perkuliahan di Prasmul dalam Roadshow Info Session di bulan Oktober ini. Catat informasinya, ya!

Sabtu, 19 Oktober 2019
13.00 - 15.00 WIB
Nagoya Hill Hotel
Register at prasetiyamulya.ac.id/infosession/

Be the next 2020 Prasmulyan!
  • Selamat Hari Pangan Sedunia!

Di tengah banyaknya masyarakat yang mengalami kelaparan dan malnutrisi, anehnya food waste juga menjadi permasalahan pelik yang harus dihadapi oleh organisasi makanan seperti Food and Agriculture Organization (FAO). Sebenarnya separah apa permasalahan food waste yang dihadapi bumi? 
Swipe left untuk tahu lebih banyak.
  • Setelah tiga atau empat tahun berkuliah, pasti kamu bukan lagi orang yang sama di semester satu. Misalnya Fala dan Calvin, dua Prasmulyan semester akhir yang secara langsung merasakan perbedaan pada diri mereka selama berkuliah. Setelah melalui banyak pengalaman, pasti kamu pun juga bisa menjadi sosok yang lebih pintar, bijak, dan berani.

AN EXCITING EVENT IS COMING YOUR WAY! 
SELF-TRANSFORM WITH PRASMUL. 
COMING SOON. 26.10.19
Prasmul on Media

See Prasmul on these Media!